Panas hari ini mencerap rambutku, sepertinya sampai merebus sumsum yang berada dalam kepala yang tengah berpikir dan terus berpikir ini. Angkot itu berjalan sangat lambat, menunggu barisan ibu2 pengajian yang latahnya jorok2.. "Eh kontol.. et dah bang.. belon juga naik.. jangan langsung tancep aje ngapah.." *Sepertinya tidak ada orang yang bernama kontol dalam angkot itu, karena tidak ada yang menengok ke sumber suara tersebut.
Aku terlalu sibuk menebar pandang ke luar angkot. Ada seorang anak SMA yang.. hhmm.. menurutku..tidak cocok menjadi murid SMA, iya, cowok itu mempunyai wajah yang biasanya disebut "boros". Ia tidak mengatupkan mulutnya dengan rapat, kutilik lebih lanjut, ia menenteng sebuah tas kecil, tas bekal sepertinya, yg bergambar babi hitam dan putih. **Pikiranku melayang pada beberapa waktu yg lalu.. dimana gadis yang kusuka pernah mengoleksi semua tentang babi, tas, pajangan, boneka, dan pernak pernik yang disukai perempuan2 pada umumnya. Nnah.. masalahnya adalah (sebut saja nama gadis itu adalah GADIS), si Gadis ini benar2 memelihara babi! aku juga terkesima ketika mengantarnya ke rumah sepulang kantor. "Masuk dulu yuk" Tentunya aku mengiyakan. Betapa kagetnya aku ketika ada suara "Grook grook" di belakangku, dan Gadis langsung menghampiri babi itu. BABI sebenar benarnya babi. Berwarna sedikit pink dan banyak coklat. Tidak seimut seperti di gambar kaus2 lucu yg tergantung di toko2 melawai itu..
"Baby.. apa kabar? sayangku ini ga akan bisa tidur kalo aku belum pulang looh.." Serunya sambil mengelus elus hidung bau nan berlendir itu. Aku hanya tersenyum sambil mengujar dalam hati "Ah.. binatang sialan ini pasti tidur lelap seharian dan terbangun jika mendengar rencengan pintu pagar yang dibuka oleh empunya, dasar.." Aku jadi agak hilang feeling dengan Gadis. Ih.. bagaimana kalau tangan itu dipakai untuk memegang tanganku, atau.. bagian tubuhku yg lain? huek.. jijik aku membayangkannya. "Gadis, aku pulang dulu ya" "Oh, ya udah aku antar ke pintu". Sialnya, babi itu tiba2 melompat ke arah ban depan mobilku ketika aku mengegasnya kencang "NGUIK!" Suara itu membuat hatiku mencelos dan sontak suara tangis Gadis, suara ibunya yg memarahiku, sampai suara dua orang satpam berdenging garing di telingaku. Bukannya mau lepas tanggung jawab, tapi lebih baik nanti kubelikan babi yg baru untuk Gadis daripada aku babak belur dihajar 2 orang Satpam yang kurang tidur itu. Kutancap saja pol gas mobilku waktu itu. Babi.. babi..
Suara deru mobil tinja di belakang angkot menyadarkanku dari lamunan. Wah, sudah sampai tujuan, stasiun kereta. Setelah membeli tiket, aku mengeluarkan buku "How to kill a mockingbird" (aku selalu membeli tiket, karena dulu, sekali2nya aku tidak membeli, petugas tiket nge gap dengan cara yg membuat hati dan kuping tak enak. Makanya aku heran kepada si Herman, temanku yg tak pernah beli tiket, namun tidak pernah kedapatan oleh petugas2 korup tersebut). Denger2 buku ini bagus, dapat pulitzer bla bla bla.. tapi baru baca 3 bab saja, kepalaku sudah pusing. Tapi daripada tidak ada kerjaan..
Kereta ekonomi itu mendekat, aku terdorong dorong oleh pedagang2 yang akan melakukan berbagai aksi di atas kereta. Pedagang pisau, penjual kamus dan buku mewarnai untuk anak, sampai anak2 kecil yang menampilkan atraksi monyet yang membawa apalah itu, dengan seadanya. Seorang pengamen bertanya pada temannya "Coy, mana pik gitarnya?" Lho.. apakah aku mendengar kata PIG? Si petugas tiket kereta datang ke arahku dan pertanya "Pak, tiketnya?" namun di pendengaranku adalah "PIG, tiketnya?" Loh.. loh.. kenapa orang2 ini berubah warna, menjadi pink kecoklatan? loh, Kok muka2 itu berubah? moncong yg pesek, suara "Nguik Nguik" keluar dari mulut itu.. Loh Loh.. kenapa mereka berubah?
Aku dianggap aneh oleh orang2 karena tidak suka berkubang di lumpur, dipandang heran karena tidak suka free sex seperti mereka (Oh.. mereka bahkan berhubungan dengan anak, bapak, bahkan ibu mereka sendiri!). Lama2.. aku mulai merasa ada yg salah. Iya, kenapa aku berbeda? pasti aku yg salah, maka sejak itu, aku mengikuti gaya mereka semua. Karena yg minoritas itu pastinya yg salah bukan? mari sama2 berkubang lumpur kawan! "NGUIK!!"
*= Mas anggit, sedikit mengutip kata2 anda.. thanks..
**= Mas Kurnia Effendy, sedikit mengutip kata2 dalam salah satu cerpen Anda.. terima kasih..
Apalagi sih mau lo tiw?
Apalagi sih mau lo tiw?
Apalagi sih mau lo tiw?
Apalagi sih mau lo tiw?
Apalagi sih mau lo tiw?
Apalagi sih mau lo tiw?
Apalagi sih mau lo tiw?
Apalagi sih mau lo tiw?
Apalagi sih mau lo tiw?
Apalagi sih mau lo tiw?
Apalagi sih mau lo tiw?
Apalagi sih mau lo tiw?
APALAGI SIH MAU LO TIW ?????!!!!
Virgo (22 Agustus - 22 September)
Peruntungan: Benahi benteng pertahanan Anda yang tampak mulai rapuh dan mudah sekali diterobos orang lain. Anda harus percaya pada diri Anda sendiri. Jangan mudah terbawa arus orang lain.
–> Wah.. berarti saya orangnya fragile.. ga boleh nih.. ga bener ini..
Karir: Lakukan koreksi dengan seobyektif mungkin, pergunakan rasio daripada perasaan agar langkah yang diambil tidak sampai menjadi kacau balau. Kalau perlu minta pendapat rekan Anda.
–> Ini cocok banget dengan bisnis kayu saya di Kalimantan.. ya ya.. mungkin saya harus tanya2 sama orang yg bertitel "Ki" atau "Suhu".. ya, sedikit banyak orang2 gendeng itu..
Kesehatan: Jangan tidur terlalu malam, ingatlah akan kondisi badan Anda yang terus menurun. Atur kembali jadwal kegiatan Anda agar tidur juga mendapat porsi yang layak dan sepantasnya.
–> ini paling bener.. udah 3 hari minum antibiotik ama redoxon karena badan greges, idung tergerus.. maklum lagi holidei.. jadi begadang sambil bedagang mulu..
Keuangan: Teruslah berpatokan pada anggaran yang telah Anda rencanakan agar tak timbul kebocoran disana-sini. Ini ada kaitannya dengan prioritas yang sudah Anda buat. Pemasukan berlimpah tapi pengeluaran juga tak kalah banyak.Kapan Anda akan mulai menabung?
–> Pemasukan berlimpah??! dari mana? emang gue pelihara tuyul? atau gua simpenan XYZ? atau gua abis ngepet? hah.. membuat harapan semu saja kau..
Asmara: Anda kok selalu rewel saja sih? Apa tidak takut ditinggal pergi? Maka jika Anda tidak mau ditinggal pergi jangan rewel terus. Cobalah untuk menahan diri Anda, jangan terlalu cerewet.
Inilah waktu paling mujur. Anda akan merasakan bagaimana hidup tanpa hambatan,nikmati selagi bisa
Tiap hubungan selalu ada sandungan. Asal masih wajar, pertengkaran kecil buat hubungan makin mesra
–> Ini adalah ramalan paling juarrrrraaaa benernya selama hidup saya yang 22 tahun lebih ini. Shooot!!!!! Taik.
Saya baru tau kalo nulis lagu itu ga susah. Cara yg paling gampang begini:
1. Ambil secarik kertas (boleh kertas bekas gorengan atawa kertas bekas yellow pages) dan pulpen (enaknya faster, tapi kalo cuma punya pulpen hotel novotel bogor ya ga papa juga..)
2. Linting 2 lete ganja, beri pada yg membutuhkan dan berhak.
3. Tunggu 10 menit, perhatikan mata lawan bicara kita. Jika sudah sedikit memerah, saatnya mulai berkarya..
4. Masukkan satu bait kata dari bahasa inggeris yg menurut kamu paling keren. Contoh: "Baby, lets have a baby tonight"
5. Oper kertas yg berisi satu bait tadi ke teman sebelah kamu yg matanya sedang merah. Suruh masing2 dari mereka menulis satu bait kalimat kesukaan mereka.
6. Tunggu kira2 sampai 8 bait plus 2 bait reff (berarti kira2 ada dua setengah kali putaran)
7. Ambil alat musik kamu (gitar, suling, pianika, sitar, galon, terserah)
8. Mainkan kunci kesukaan kamu dengan ketukan empat perempat.
9. Buat irama sesuai kunci itu, ga susah deh, kalo ga ada alat musik, melodi bacot a.k.a acapella juga bisaa..
10. Ini hasilnya:
Hey man, what are you doing?
I’m watching Oprah Winfrey Show
The elephant stares at me
And I can’t seem to sleep right nowCan she be the one - In this cruel world?
The Sodas always floating on my mind
while the rain pouring the street
And everything seems to be fineReff.
Ah, your smile means goddess
It fades away all the saddest
Emang sih keliatannya ga nyambung, cuma satirenya dapet banget tuh..
Lebih cocok lagi kalo cuacanya dingin, hujan dan sedikit berangin.
Dan yang paling penting, KAMU yg punya hak ciptanya. Kamu bisa mengklaim kalo kamu yg mengarang lagu karena mereka terlalu dosting untuk bisa mengingat kembali (hey, no offense kawan..). Saya hanya ingin menjadi Bob Marley di Indonesia ini, kecuali tanpa penyakit kakinya yg bikin beliau lewat. Yaa… minimal jadi Mbah Soerip lah..
-Duet maut Anggit & Titiw-