Apr
30
Filed Under (Uncategorized) by titiw on 30-04-2007

Bletak bletok..
Rambut itu terurai tanpa ada statement gaya anak muda trendi masa kini..
Bletak bletok..
Kulit sawo matang mengecup kehidupan malam tanpa henti..
Bletak bletok..
Tangan lincah mengetik ataupun menulis teks yang runut..
Bletak bletok..
Wejangan-wejangan selalu keluar dari bibir yang sudah lelah akan tembakau..
Bletak bletok..
"Jangan mengasihani diri sendiri, harusnya kamu kasihan sama dia karena dia ga cukup baik untuk kamu.."
Bletak bletok..
Cukur, nggak, cukur, nggak, cukur, nggak..
Bletak bletok..
Kalo punya rejeki harus dibagi-bagi..
Bletak bletok..
"Aku tahu dimana potensimu karena aku hidup di antara pria-pria itu.."
Bletak bletok..
Ia punya jawaban atas segala pertanyaan yang kau ajukan..
Bletak bletok..
Begitulah jalan hidup, tak dapat yang halus membuatmu mengarah pada jalan terjal namun dapat memompa adrenalin..
Bletak bletok..
"Tuhan memang introvert untuk hal-hal seperti jodoh, rejeki dan kematian.. Tuhan sangat introvert.."
Bletak bletok..

-Dedicated to Mas Harison, Sang Master-

Apr
26
Filed Under (Uncategorized) by titiw on 26-04-2007

Beberapa minggu kemaren gue bangun pagi karena lagi sakit. Hebat toh? Kriyep kriyep.. jalan dengan lunglai ke tukang bubur di pojokan ituh. Damn, bubur lagi ga jualan, jadilah gue beli mie ala kadarnya di Ibu nasi uduk. Pas mo duduk ada yg manggil “Tiw.. titiw kan..?”. Wah.. ini temennya si Mira nih.. tapi gue lupa namanya, jadi komentar gue cuman “Eh.. sendiri lo?”. Pengen makan lambat2 sambil sok nanar ala orang sakit, eh dikomentarin mulu ama orang yang menurut gue ga penting ini, dengan komentar2 yg Astagfiruloh kaga penting juga..

“Kok makannya lama ya..”
Iyeh.. lagi ga napsu.. lagipula gue ngunyahnya emang dua kali kayak sapi.

“Ng.. elo bisa nyanyi gak?”
Hah? ng.. kagak, tapi kalo ada yg mo ngajak gue jadi vokalis ben mau2 aje.

“Gw punya band.. atau lo punya temen cowok yg kalo bisa, yg ganteng dan ngejual..”
Wat? kalopun punya, gw kagak bakal ngasi elo.. entar bolongan die punya pantat tambah dol lagi..

Sementara itu, di sebelah gue, mpok2 dan bapak2 penjual makanan untuk nyarep inih (ketoprak, lontong sayur, nasi uduk, dll) punya gosip hangat untuk dibicarakan..

“Eh, katanya anaknya si encang… (off the record) liwwat yak?”
“Iya.. gara-gara OD..”
“Waduh, sian amatan yak, padahal pan tu anak ganteng”
“Aduh.. ngeri amat yak kalo matinya gituh..”
“Eh.. gw bagi receh yak”
“Ambil ajeh..”
“Bener yeh, gue rampok niih..” (apa coba..)

Tapii.. setiap gue mo sedikit ngelebarin kuping untuk denger obrolan mereka, si orang ga penting ini selalu nanya2 dengan pertanyaan2 aneh bin titan.

“Lo.. suka fotografi?” (sambil sok2 menyibak rambut.. apa siih..).
Sukanya difoto tuuh..

“Rambut lo udah panjang juga ya”
Ya iya, disampoin saban ari pake sampo metal..

“Gaya rambut lo lucu juga.. namanya apa tuh kalo gaya ginih?”
Auk dah, pas ke salon mah cuman minta ditipisin plus diskin dalem ajeh ama tukangnya. Btw bibir lo mau gw tipisin?

Jadi inget si ibu uduk yg tadi komentar “Aduh.. ngeri amat yak kalo matinya gituh..”
Emang.. ada ya mati yg ga ngeri? apa tu orang mati pas OD apa mati beberapa jam kemudian? apa orang yg mati dari lantai 37 sebuah hotel, matinya karena benturan di bawah atau pas di tengah2 juga udah mati? Wiih.. banyak pertanyaan berkelebat.. dan tiba-tiba..

“Lo lagi pake lipstik ya?”
Ya oloh toloooong…. Tai.. tai.. ni orang bener2 dah.. udah ah.. tambah eneg dan sakit guah lama2 di marih..
Gw jawab aja “Iyeh, lipstik gw masih ada abis blon sempet bebenah udah disisir ama tramtib tadi malem..”
Hahhh.. nanya mulu lo kayak tamu!!!!

Apr
18
Filed Under (Uncategorized) by titiw on 18-04-2007

Aneh sekali. Dalam ruangan sempit yang mempunyai AC dua buah itu, Ada banyak sekali perbedaan. Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh, sebelas..

The One = Magenta feeling on her hair. Di balik cekakak itu tersimpan kekayaan hati yang hanya orang2 yang ia pilih dapat merasakannya. Loyal jika ia sudah memilih seseorang. Baju, celana, kalung, tas, selalu bergelut dalam jiwa dan raga. Gerakannya selalu menyeruak angin di lapangan pada siang hari sehingga putih itu berganti coklat dan bertransformasi menjadi kemerahan. Sejumlah nominal harus terkumpul dalam minggu ini juga. Hati2 dengan hidung dan tangannya, kalau tidak ingin diinspeksi olehnya. Aksara itu tak terkatakan jika lara mendatangi.. katakan saja The One.. atau itu semua dapat menjadi lumut licin yang dapat menggelincirkan orang2 di sekitarmu.. meskipun itu lama, namun pasti.. dibandingkan tidak sama sekali..

The Two = Curly curl. Seorang peri yang dapat membantu kita semua. Pun, ia juga dapat merasakan lelah yang tak terbilang. Namun, ia selalu beranggapan bahwa itu adalah jalan panjang nan suci yang terbaik dibandingkan jalan runcing dan berdosa namun pintas. Kepalan dan gerakannya harus diperhatikan, kalau tidak, benda2 di sekitar atau mungkin dirimu yang terkena oleh bidikannya. Warna-warni sliwer di depan maupun di belakang, dengan kanji2 yang sedikit dimengerti. Selalu ingin menyamakan persepsi.. hei.. itu tidak baik, sekali2 katakan apa pendapatmu peri kami.. agar kami dapat melihatmu sebagai sosok suci nan tegas lagi mempunyai pendirian kuat dalam hidup ini..

The Three = rambut tidak suka hinggap di kepalanya. Tak lagi dianggap laki-laki, karena banyak lelaki yang suka dengannya. Celine Dion dan Shania Twain adalah pahlawannya. Koleksi piringan tuanya berjudul "The Best of Savage Garden". Mata jalang dalam melihat lekuk2 yang lewat. Titik2 merah sering muncul di permukaan sampai2 ia menutupinya karena takut akan inspeksi dadakan dari The One. Sixth sense kuat dan bulu roma amat mudah berdiri adalah ciri2 dari The Three. Kadang pertanyaan "Hotel atau motel" berkelibat dalam pikirannya..

The Four = Tipis kering di atas kepala namun subur dan liat di bawah itu semua. Bulir2 itu selalu jatuh setiap pagi dan sore. Ia jadi terlihat seperti seorang kakek yang selalu ingin menemani si nenek. "Tidak, aku tidak akan memakan daging putih dan merah itu lagi", tukas The Four. Kalora kalori selalu terhitung di tiap hembusan nafas, kalo kalo itu semua dapat menurunkan bobot. Sensitif jika tersentil, namun kalimat2 absurd selalu melonjak lonjak dari bibirnya, sehingga membuat semua senang dan riang. Ayolah kawan.. jangan selalu menghitung-hitung itu semua, sekali-sekali lepaskan dirimu dalam kungkungan semu itu agar dapat lebih leluasa bernafas dalam lingkungan yang biru..

The Five = Ikal hitam yang hitam dan pekat. Akh.. ia selalu terlihat lesu, ia ingin semua itu kembali. Saat-saat tidak ada deadline, saat-saat dimana lelap dapat menyapanya kapan saja, saat-saat dimana bercengkrama adalah ibadah yang lima kali sehari untuknya. Namun sebagai seseorang yang dirasa harus bertanggung jawab dalam komunitasnya, ia harus melakukan itu semua. Dua hari selain lima hari yang penuh dengan kerja dijalani dengan sumringah. Bertemu sanak saudara dan peri-peri kecil yang bagai malaikat di matanya. Padahal ia  tidak tahu bahwa ia yang selalu dianggap pangeran oleh mereka2 itu. Luarnya memang pekat, namun yang di dalam sangat suci.. putih.. dan larut dalam kepedihan yang terkadang ia pun tak tau di mana sumbernya. The Five, seseorang yang selalu dapat kau hitung..

The Six =  Runcing dan berjeli. Penampakan yang rapih dan berwibawa tidak menjamin kalau ia sebenarnya adalah sosok yang menebarkan gurau dan galau. 70% tak serius, tapi hati hati dengan yang 30 % itu, karena itu semua dapat membabat habis kalian jika ia mau memakainya. Di meja hijau itu kartu-kartu selalu terlihat di tangannya. Ya, tangannya yang selalu merengut, tangannya yang selalu menjenggut, tangannya yang selalu menarik dan bergerak liar. Hentakan musik yang terdiri dari huruf R dan B itu berdentum dentum setiap kali ia memencet tombol ON. Sebentar saja kerja, tak terlalu 9 to 5, namun itu semua dapat menghasilkan banyak. Ya meskipun memang tidak sebanyak jumlah saudara-saudaranya itu..

The Seven = Pendek dan tak beraturan. Ini disebabkan malas datang ke salon yang agak bagus. Selalu meminta pendapat dari orang-orang yang ia kira cukup concern dengan hal-hal itu, tapi tiap diberikan jawaban, ia lalu ragu dan memutuskan untuk tidak. Menangkap gambaran orang-orang dan kejadian sehari-hari amat ia sukai dan itu tentu beralih menjadi hobi. Hobi yang terkadang menghabiskan energi dan materi. Sehingga ketika ia harus memenuhi kebutuhan ragawi, ia sering menghiraukannya. Hanya tumbuhan berwarna hijau dan buah yang berwarna kuning masuk ke lambungnya. Semua orang, ya, semua orang sudah memperingatkan The Seven, namun ia tak peduli. Benar saja, penyakit lambung itu menyerangnya tanpa basa-basi. Teman-temanmu sayang padamu, jangan selalu berpikir sendiri, karena kami di sini untuk membantumu berpikir ataupun memaksamu memakan bulir-bulir putih yang sudah disemai oleh pak tani..

The Eight = halus dan tipis. Tapi tidak dengan penampakannya yang besar dan besar dan besar. Headphone yang menempel di kuping tidak terlalu dapat meredam gemerisik itu. Kita selalu dapat ikut bersenandung dengannya karena rahasia itu selalu terdengar. Sosok besar yang juga mempunyai hati yang besar. Itu bukan salahnya jika ia harus banyak-banyak mengasup dirinya. Seharusnya kita semua mengerti.. Ia hanya ingin dicintai, namun itu semua pupus, layu sebelum berkembang. Tidak pernah pelit dalam memberi sesuatu dan kami paling senang jika ia memberikan tawa segar yang garing itu. Mengolah raga adalah sunnah dalam kehidupannya, kalau tidak, ia akan terserak dalam sebuah kepasifan yang dapat membuatnya makin begah. Tenang saja The Eight, cinta itu pasti akan datang, tanpa embel2 ataupun prasyarat apapun. Nantikan saja tanggal mainnya..

The Nine = Pirang kemerahan dan coklat berbaur menjadi satu. Kecil meskipun dalam penglihatannya sendiri ia selalu beranggapan bahwa ia mempunyai fisik yang paling sempurna yang dapat diberikan oleh sang pencipta. Keceriaan itu meredam sejak saat ia ditinggalkan oleh sesorang yang ia kira adalah orang terakhir yang dapat menyakitinya. Yang ndilalah, orang tersebut adalah orang pertama dalam hidupnya yang dapat menyakitinya sampai sedemikian rupa. Tapi sedikit demi sedikit ia bangkit karena mereka yang selalu berada dalam lingkaran kehidupan dan pertemanan. Sendiri dalam keramaian dan ramai dalam kesendirian. Di balik jendela, ia selalu menunggu The One menjemputnya dengan kilatan merah yang dapat membawanya ke suatu tempat dimana ia dapat melupakan semuanya..

The Ten = Singa, singa dan singa. Ingin diapakan? tak tahulah juga aku.. Senyum itu sebenarnya manis, jika keringat itu mau diseka tanpa ada syak wasangka. Gayanya itu sebenarnya bisa bagus, jika tidak ada larangan-larangan dari seseorang yang sangat berhak melarang kita. Bertahun tahun dengan seseorang yang sama tidak mengendurkan semangatnya dalam mencinta. Cerdik pandai boleh ditujukan kepadanya. Namun.. bahaya itu tercium dengan sangat kuat jika sifat plegmatis mulai membuncah. Kedatangannya selalu di waktu dimana sang pengajar sudah di tengah-tengah dan hampir orgasme, yang terkadang kedatangannya membuat anti klimaks.. Kalimat-kalimat tak terpikir muncrat begitu saja dari mulutnya, yang terkadang membuat orang yang sudah berada di atas, dapat jatuh lagi ke jurang yang dalamnya amit amit itu. Tapi itu semua ia lakukan tanpa kesadaran yang penuh. Setelahnya ia hanya dapat menyesal telah menaburi hati-hati yang terluka dengan garam. Namun.. itu semua adalah simbol dari rasa sayang dan pedulinya terhadap kita semua, kita hanya bisa menerimanya..

The Eleven = tipis.. sangat tipiss.. Jangan dilihat sekali, harus berkali-kali sampai kau dapat menemukan keindahan yang hakiki dari dirinya. Rasa afektif sangat banyak dan meluap-luap dari dirinya. Tipikal orang yang akan dikatakan "Baik" oleh sesama. Apa yang membuat ia terlihat? ooh.. bibir ituu.. bibir yang agak mencuat ke depan yang selalu dikomentari orang, namun tidak mengurangi filosofi cantik dari dirinya. Kulit itu putih.. sangat putih.. padahal terkadang ia mengikuti kegiatan yang membakar raga di kala siang itu. Namun sepertinya sang surya tidak suka menempel kepada dirinya. Dunia pun tahu sesuatu yang putih tidak boleh tercelup kegelapan yang dapat membuatnya menjadi abu-abu. Akh.. janganlah sampai abu2, lebih baik putih atau hitam sekalian daripada abu-abu yang melambangkan satu keragu-raguan..

Apr
16
Filed Under (Uncategorized) by titiw on 16-04-2007

"Ya ampun.. di sana mah harga nih makanan bisa nyampe 20 dolar! kok bisa ya di Indo cuma 3 dolar.."
Kurang familiar dengan kalimat2 ini? Ini adalah tipikal kalimat2 yang menyembur dari mulut anak2 Indonesia yang setahun dua tahun kuliah (biasanya bisnis) di Ostrali atau Amerika. "Di sana" dimaksudkan dengan negara tempat dimana dia kuliah dulu, dan "Indo" refers to Indonesia. Indonesia.. tanah air beta, dimana sekarang agama yang paling dihayati di negeri ini adalah fulus. Dimana orang2 yang dapat bertanggung jawab sangat langka untuk ditemukan. Menjawab saja sih bisa, namun untuk menanggung? tunggu dulu..

Dulu (kurang tau sekarang), pasti orang2 tak dikenalpun selalu tersenyum dan berkata "Mampir dek.. mampir neng.. Bade kamana?" dan semacamnya ditambah embel2 senyum manis di bibir yang sangking manisnya udah kayak gula ilegal. Kalo sekarang mah, ditegor dikit kita pasti udah setel wajah kendur sambil meringsek menjauh dari yang empunya suara. Belum lagi ditambah berita2 miring, kriminil dan mbalelo dari program2 tivi semacam buser, derap, tikam, yang membuat ketakutan orang2 Indonesia semangkin paripurna.

Mud saya selalu mengencang dan mengulur jika membicarakan hal2 tentang Indonesia. Banyak sekali agonia yang terjadi di dalam dan luar diri si Ibu pertiwi.
Ia selalu memperhatikan anak-anaknya yang terkadang gembira sehabis makan daging rendang dari nasi kotak 1000 harian si mbah di komplek sebelah.. anak2nya yang terkadang sedih sampai mukanya bagaikan lembaran seribu yang sobek.. anak2nya yang sedang terjepit hatinya sampai mukanya terlihat bagaikan pengungsi Vietnam yang nahan berak sampai 11 hari..
Namun apakah anak-anaknya memperhatikan rautnya yang lelah sangat..?
Lara dan lelah mukim di hatinya sampai air mata itu hablur dalam senja di batas sana..

Indonesia.. dimana orang2 menjadi sangat religius jika pesawat yang ditumpangi melewati ruang hampa udara..
Indonesia.. yang katanya 2 dari 3 orang cowok menyeleweng.. namun berarti ada juga 2 dari 3 orang perempuan yang menampung tindakan tersebut..
Indonesia.. dimana masing2 orang mempunyai trufkaart orang lain..
Indonesia.. dimana kebanyakan orang mengambil kesempatan orang lain selayaknya sambil menyelam minum air dan sekalian kencing..
Indonesia.. dimana para pemerkosa hanya didenda 5 juta rupiah, yang jelas2 uang itu sangat jauh dari biaya pembangunan lift monas seharga 540 juta. Padahal untuk harga diri yang terinjak, tersia, sampai masa depan kelam dan hancur, perlu lebih dari sekadar perbaikan, tapi juga restorasi nama baik..

Tentu tidak semuanya begitu.. jangan selalu under estimate dengan bangsa sendiri.. siapa yang membangun negara ini kalo bukan kita2 juga.. Sedikit kasih kepercayaan lah sama si Indonesia ini..
Namun.. tetap.. di balik kekecewaan yang ungu.. terdapat sebuah kerinduan yang biru..

PS: Inspired by Opa Remy Sylado’s book, "Boulevard de Clichy". I feel you banget lah Opa..

Apr
16
Filed Under (Uncategorized) by titiw on 16-04-2007

Diberi lagu.. envy..
Diberi bunga.. envy..
Diberi cincin.. envy..
Ditelpon.. envy..
Disambangi.. envy..
Digandeng.. envy..
Dirangkul.. envy..
Disurati.. envy..
Dipuji.. envy..
Disenyumi.. envy..
Dipeluk.. envy..
Diingat.. envy..
Dicintai.. envy..
I.N.V.U

Apr
16
Filed Under (Uncategorized) by titiw on 16-04-2007

Waktu itu.. aku dihuni makhluk2 menyeramkan yang mempunyai taring tajam, yang terkadang menghisap tempat dimana aku tumbuh. Mereka tinggal sangat betah disini selama beberapa bulan. Entah kapan mereka ada, seingatku, pernah air lumpur dan tanah kotor membungkusku dengan rakus, dan whuss.. muncullah mereka. Jumlah mereka amat banyak, bertelur, menetas, hidup, dan berjalan-jalan disini.

Aku menjadi rusak dan rasa menyengat itu sangat menyiksa. Terkadang ada pandangan cemooh dari orang2 yang melihatku. Sampai suatu saat, aku akan dipotong, dan terdengar suara "Dek, kamu kutuan ya? harus rajin2 keramas ya.. harus rajin2 juga pake sisir khusus kutu". Oooh.. aku baru tahu kalau makhluk2 yang menghuni kepala majikanku ini bernama kutu. Seingatku, peristiwa ini terjadi ketika majikanku masih duduk di bangku SD. Dulu ia memang sering berenang di kolam yang banyak lumpurnya di dekat rumah omnya di Sukabumi. Atau mungkin juga tertular dari saudaranya yang juga berkutu. Seiring waktu, makluk2 menyeramkan berwarna kutu itu pun menghilang entah ke mana.

Ketika majikanku masuk SMP, teksturku yang biasanya lurus, agak berubah menjadi sedikit ikal. Mengapa? apakah aku mengalami puber juga seperti majikanku sehingga aku mulai mempunyai lekuk seperti ini? Dari dulu, majikanku ini tidak pernah memanjangkan diriku, paling panjang hanya sebahunya, itupun dalam jangka waktu sebentar saja, aku langsung dipotong lagi olehnya. Tidak ada sesuatu yang spesial dalam diriku sampai waktu majikanku masuk SMA. Dia memotongku sampai benar2 pendek, dan aku diwarnai!! Kalau tidak salah, aku diwarnai pirang yang ditimpa dengan biru, sehingga warnaku menjadi biru yang teraaang sekalii. Lama2 warnaku luntur menjadi pirang kehijauan. Majikanku mewarnai aku lagi dengan warna hitam. Namun sepertinya aku tidak betah dengan warna itu sehingga hitam meluntur menjadi kemerahan. Kemerahan yang bagus, sampai2 ketika majikanku datang ke salon, kapster di sana bertanya kepadanya "Mbak, ini warna merah apa ya? bagus juga.." Aku bangga juga mendengarnya.

Tapi jujur.. sebenarnya aku kurang tahu apa warna asliku. Dibilang hitam, tidak terlalu hitam. Dibilang merah, tidak terlalu merah. Mungkin warna asliku memang hitam, namun majikanku ini sangat aktif dengan aktifitas outdoor seperti bermain basket, ikut ekskul Paskibra, dan semacamnya sehingga aku selalu tertimpa sinar sang surya yang menggarang.

Lulus SMA, ini adalah volume terbanyak bagiku alias yang paling panjang selama ini. Namun, majikanku tidak betah lagi dengan hal tersebut. Aku dipotong sampai sebahu, belum berapa bulan, aku dipotong lagi sekuping, dan pada tahun 2004 kalau tidak salah, majikanku memotongku sangat sangat pendek. Rekor terpendek selama ini. Aku ingat dia ke salon, dan kapster di sana berkata "Mau dipendekin seberapa pendek say? gemana kalo kaya indy barends? atau Ata? Ata Indonesian Idol?!" Dan majikanku menjawab "Pokoknya papas habis mas.. eh mbak.." Aku geli mendengarnya, mungkin karena si kapster bencong, jadi majikanku keder juga harus manggil apa.

Jadilah aku yang baru. Pendek sependek2nya. Aku merasa mati gaya, namun majikanku dengan lihainya mendandani aku dengan berbagai gel dan krim rambut. Orang2 yang melihat penampilan baruku ini selalu berkata "Wah.. lo seger banget.. Wah.. lo paling cocok diginiin tiw, sumpah jgn dipanjangin lagi". Ada juga yg berkata "Lo kayak kena kanker tiw.. kayak abis terapi.." Namun aku senang juga dengan penampilan baruku ini, sekali keramas langsung kering, wash and go, mo ke mana2 gak lama karena aku tidak usah diapa2kan lagi.

Masuk kuliah ekstensi, majikanku mulai memanjangkan aku lagi. Sepertinya majikanku mulai kena syndrom anak kecil "Senang mengelir", yang dalam kasus ini adalah mengelir rambut. Dari warna ungu kecoklatan, warna pink kecoklatan, dan yang paling membuat aku mentereng adalah warna "red as a fire" bermerk "Marimar" (iya!! marimar! ada merk lain pula yang bernama Cassandra! ohmaigat!). Untuk yang satu ini, teman majikanku yang bernama Vera punya andil besar. Majikanku ingin mengecat merah di salon, namun dengan semena2 si Vera berkata "aduh.. ngapain sih ke salon? mahal!! mending lo ke Maxi, minta tu bencong2 sana tunjukin di mana kalo mo beli cet rambut murah!" Tanpa syak wasangka, pergilah majikanku ke pasar di Rawamangun dengan ditemani Vera. Mereka ke sana atas saran bencong2 di Maxi. Apa? harga cat rambut itu 5000 rupiah? aku mulai mengkeret, namun majikanku tampaknya yakin sekali dalam menggunakan cat ini. Jadilah aku yang baru. MERAH. Ngejreng. Pertama sih keren, meskipun luntur (what do you expect from that 5000 rupiah’s thing?!). Lama2 kecoklatan.. aku mulai panik karena sepertinya aku mulai rusak.. majikanku tetap santai dengan kepercayaan diri "Ntar juga rambut tumbuh lagi.. tinggal dipotong!"

Beberapa waktu, majikanku mulai embung dengan warna merah ini, sehingga ia membeli produk cat rambut yang lumayan di hipermarket. Aku dicat dengan bantuan pembantu rumah majikanku. Wah,.. bagusnya warnaku sekarang.. hitam.. sedikit kebiruan.. Tapi jangan senang dulu.. Hal itu cuma aku rasakan kira2 sebulan.. si Marimar itu tetap berkuasa atas diriku!! si Hitam makin luntur dan warnaku menjadi coklat kemerahan, ditambah selingan pirang2 yang jauh dari kata "Gorgeus". Sekali lagi kawan.. majikanku tetap terlihat santai..

Terakhir kali aku dipotong 2 bulan yang lalu.. majikanku potong rambut di sebuah salon dekat rumah dengan sahabat karibnya, si JAtu. Potongan yang bagus.. lumayan untuk memulai kehidupan baru bagi majikanku yang baru mengalami hari2 yang sangat berat dalam hidupnya..
Pesan-pesan untuk majikanku: Lain kali kalo mau warnain aku lagi.. di salon yaa.. pasti aku akan senang, trus rajin2 krimbatin aku di salon ataupun di rumah kayak hari minggu kemarin.. makasih..

Apr
13
Filed Under (Uncategorized) by titiw on 13-04-2007

Hmph.. gini nih kalok badan diforsir ampe begitu rupa. Jadi ceritanya, saya sakit karena kecapekan (lagi! yep, FYI dalam 4 bulan ini 4 kali saya ke dokter. Sangat-sangat REKOR..). Senen kemaren setelah basket bersama teman2 humasku tersayang, ternyata ada latian basket Fisip sorenya, ya udah, ikut juga latian sore itu. Secara eike masih eksis gitu loh bo.. lagipula mau ada olimpiade UI (pertandingan olahraga antar Fakultas di UI), jadi tambah seringlah berlatih dalam menggerakkan bodi ini. Belom lagi hari Rabu latian pingpong agar mataku indah (mata bulat, bola pingpong, masihkah kau kosong.. Iwan Fals.red), tambah hooh aja persendian2 ini.

Rabu malam, pas mo bobok, ni badan panass… banget, udah di kosan, sendiri, anak2 kos nyetel tipi gede banget, tambah senewen dah guah. Jangan seneng dulu, taukah apa yg disetel di tipi nan berisik itu? semacam tembang kenangan, namun yg khusus lagu2 batak!! yg kedengeran di kuping saya, tuh lagu cuma begini suaranya “Cipong.. cipong.. brakatak.. cipong.. cipong!” omaigat!! Lama2 lo gue cipok juga nih!! Belom lagi cowok2 sebelah kosan tereak2 karena lagi ada bola deh kayaknya, jadi dikit2 mereka tereak “Waah!! widiih!! GoooooooooLLL!!!!” Sayah tambah menggilaaaa….

Bukannya mau so bijak, tapi dalam sebuah keadaan yang negatifpun, pasti ada secercah blessing in disguise. Seperti hal2 di bawah ini..

1. Ika sms, dan ia memberi solusi yg sangat jenius dalam sakit saya ini:
“Titi, gmn panasnya dah turun blm? Minum bodrexin aja ti, yg rasa jeruk itu, dl waktu kecil diem2 sk gw emut pdhl lg ga sakit, abis enak sih”.

2. Ke dokter di PKM dianter ama mas Boy, si mas2 warnet. Haha.. doi lagi tidur eike bangunin aja dlu.. udah motor dia rusak, jadi dia minjem motornya Hansip gitu, haks.. makasih loh mas boy..

3. Mamah dan papah dateng ke kosan (jarang2 banget nih, karena ayah saya adalah orang yg sangat males untuk bepergian yg jauh2 kayak gini). Mereka bawain pocari berbotol2, kentaki (buset, ayam suntik aja dulu..), buah, roti, redoxon, dettol, pewangi ruangan (apa coba?), jus jambu, dll. Udah gitu, pas nyampe kan ujan, jadilah mereka berbaring dulu di ranjang saya di kosan, dan saya? melantai alias rebahan di lantai.. Ayahanda.. ibunda.. aku loh yg sakit.. Udah gitu pas udah pulang mamah smsin “Istirahat aja dulu, jangan main ujan”. Lah.. kagak sakit ajah gue juga ogah main ujan.. apa sih mah.. lopiu anyway..

4. Jatu nelpon, “Sayang, kamu kenapa?” lalalili dan bergosip seperti biasa, huh, dia mau melacur ke Solo bersama Mio. Bawakan aku satu cowok Solo deh ja.. yang ranum ya..

5. Mira dateng ke kos bawain teh kotak.. ehe.. thx..

6. Abim dateng, nebeng nonton L word dan bobo sejenak dua jenak dan untuk kutitipi surat sakit. And guess what?! dia beliin aku buku “Boulevard de Clichy”nya Remy Sylado!!! Aku SENANK!! Tengkiyu so mac ya darling!! cup muah..

7. Indra, aci dan virgie sms akuh.. senank..

8. Kanya berkunjung ke kamarku menanyakan “How’s your feeling”

9. Fathul nelpon 2 ari beturut2 “Pa kabar? lu olang kesian amat kurusnyah, pake sakit lagih, istilahnya talang aer, lo tuh udah yg deket keran air, yg lebarnya cuman 1 setengah senti, makan yg banyak pren, cepat sembuh..”

Hehe.. aku senang.. meski badan panas, namun hatiku hangat (apa sih..?!). Jadi inget sebuah quote bagus:
“It’s not WHAT you have in your life, but WHO you have in your life that counts”
Have a nice day everyone.. ^_^

Apr
10
Filed Under (Uncategorized) by titiw on 10-04-2007

"Silakan dilihat menu untuk awal 2007 mbak.."

Appetizer:
1. Gagalnya landing pesawat Batavia Air
2. Dim Sum jalan depan Fakultas Ekonomi Ui longsor (sambal: kalo ke kampus harus muter)
3. Mid test dengan kuah MPK dan garnish SPSS
4. Elpiji makin susah didapat
5. Kasus pemukulan mahasiswa IPDN

Main Course:
1. Hilangnya pesawat Adam Air (recommended from the Chef)
2. Kereta tergelincir
3. Kecelakaan pesawat Garuda
4. Putus cinta (main course of the year)
5. Banjir bandang (semua bahan segar langsung dari Bogor)

Dessert:
1. Bertrand Antolin kawin ama Indra L Bruggman di Belanda (The arse are so juicy!)
2. Ke Sukabumi 3 hari 3 malam dengan teman2 kampus (saos didatangkan langsung dari Babakan Pari)
3. Main seharian di apartemen Adri, renang, basket, dan sesi curhat malam hari
4. Nonton Java Jazz untuk hari Minggu (diskon sebesar 50 %)

Waiter: "Untuk tambahan ya Mbak, dessert yang nomor 2 itu yang paling banyak dipesan sama orang2".

Saya: "Ya udah deh Mas, saya pesen Appetizernya yang nomor 2, temen2 appetizernya mau apa?"

Temen2: "Yang nomor tigaaa!!!"

Saya: "Ok, tapi jangan lupa, SPSSnya harus bagus loh mas, saya gak suka kalo ga rapih, jadinya ga reliable. Trus untuk main course udah pasti saya pilih yang nomor 4. Temen2 pada mo pesen apa buat main course?"

Temen2: "Nomor satu ama limaaa!!!"

Saya: "Oke, nomor 1 sama 5 juga ya mas. Trus buat dessertnya apa ya.. mm, oke, saya mau nomor 4, dan pastinya temen2 saya mau nomor 2 dan 3 kan?"

Temen2: "Iyaaaaa!!!"

Saya: "Ya udah itu dulu mas, ntar kalo saya mau pesen lagi saya panggil mas deh, siapa namanya mas?"

Waiter: "Nana mbak, nama lengkap saya Bencana, panggil aja kalo butuh sesuatu".

Saya: "Oke, saya tunggu pesenannya mas. Kalo ada menu lain yang baru dibuat Chef, yang kayaknya menarik tolong dikabarin yaa…"

Apr
06
Filed Under (Uncategorized) by titiw on 06-04-2007

Pernah mimpi? pasti pernah ya. Tapi, seringnya mimpi2 saya itu aneh2 banget yang cenderung ke absurd. Karena saya suka mengartikan mimpi orang2 dan mimpi sendiri, saya kadang dipanggil Mbah Primbon (apa siih.. bangga lagi.. jiji banget..). Di bawah ini saya runutkan beberapa mimpi yang masih bergetah di ingatan saya.

1. Mimpi: Saya berada di Jakarta, tapi Jakarta bagai kota mati yang ga ada orang2 sama sekali. Ada sebuah jeep, saya naikin (dulu kok udah bisa nyetir yak? ah, namanya juga mimpi) dan melaju ke Gramedia Matraman bersama sahabat saya yang bernama Riska. Riska ini juga suka baca komik gara2 ikutan saya. Nyampe sana, bener2 ga ada orang men, walah, saya ambil komik banyak bener dengan rasa kalap. Sampe jip, ternyata tu mobil ga kuat nampung komik2 tersebut, perasaan seneng, ama miris ama takut campur aduk, eh abis itu kebangun.

Primbon: Ini mimpi di jaman SD. Sangking saya seneng baca komik, tapi uang tak dapat mengakomodir keinginan itu, maka muncullah mimpi ini. terlihat dari betapa banyaknya saya mengambil komik tersebut. Jalanan Jakarta yg kosong menandakan sebuah peristiwa yg sangat impossibble untuk terjadi. Udah.
(Huuu!!! primbon apaan tuh? dari gambaran mimpi tadi juga udah tersurat banget!!)

2. Mimpi: Settingnya malem. Saya berada di sebuah villa dengan suasana sejuk, plus pohon2 pinus yang tinggi2. Tiba2 saya ngeliat ada sekelebat bayangan sesorang yang lari di antara pohon2 (Larinya pake lompat2 dari batang ke batang puun yang udah kayak pelm2 kungfu). Saya penasaran, saya liat lebih lanjut, ternyata itu adalah RICKY SUBAGDJA!!!!!! yep, pemain bulutangkis ganda putra yang berpasangan dengan Rexy Mainaky yang sudah bercerai dengan Elsa Manora Nasution. Wah.. sangat exited ngeliat Ricky lompat2 dari poon ke poon, saya juga ikutin dia. Jadi di kegelapan malam di kala angin sejuk berhembus, saya ama Ricky kejar2an.. Indahnya mimpi itu..

Primbon: Amit2 emang saya cintrong berat ama si Ricky inih. Aduh.. mau deh jadi gundiknya (you wish!!). Jadi kalo ga salah ini adalah mimpi SMP, pas lagi jamannya Thomas Cup. Suasana dingin menggambarkan betapa dinginnya hati saya tanpa cinta. Ricky yg tiba2 datang menandakan bahwa dia adalah jodoh saya, meskipun untk mendapatkannya saya kudu susah2 dulu lompat begitu rupa.
(Huuu!!!! ngarrep tingkat akut!! lah trus? kalo lo jodoh mane si Ricky? kenal lo aja kagak!! huuuu!! tipuan!!!!!!!!!!!)

3. Mimpi: Kawin ama Surya Sahputra. Trus pas saya lagi pipis di WC, dia tiba2 menyibak pintu WC gitu aja.. saya kan malu, dan berkata "Aduh mas, udah ah.. aku lagi pipis nih, udah2 keluar sana". Dan dia menjawab dengan tenang "Aku cuma mo ambil ini (Ga terdefinisikan kata "ini") doang, santai aja.."

Primbon: Nnah.. ini adalah mimpi saya beberapa hari yang lalu. Kenapa Surya Sahputra? saya juga kagak ngarti. Suka kagak.. benci kagak.. istilahnya mah kaga kepikiran sama sekali ama doi. Mungkin, badan si Surya yg gede itu menyimbolkan keamanan. Jadi, saya mengharapkan seseorang yang dapat memberikan rasa aman kepada diri ini. Kalo kejadian yg di WC itu, berarti kan dia nyaman ama saya, karena kagak jiji ngeliat saya pipis. Jadi, saya mengharapkan seseorang yg nyaman dan menerima diri saya apa adanya.
(Dua kata: NAJIS BANGET)

Yaa.. gitu deh beberapa potongan mimpi saya yang kalo dinyanyiin sama si kembar Fadli dan.. ngg.. akh..  lupa.. yang jambulnya pirang itu: "Miiimmmpiii.. mimpi mimpi mimpiiii.."

Apr
02
Filed Under (Uncategorized) by titiw on 02-04-2007

Sekarang? jam11 malem kurang beberapa menit.
Di mana? di warnet belakang kosan
Pake baju apa? Speedo biru dari nonong ama celana basket tim fisip
Ngapain? mo ngesev bahan ujian buat besok

Jadi.. eike di warnet ini bedua ama satu cewek. Idiih, tu cewek.. singa lloh.. dikit2 misuh2.. trus ngeklik2 dengan kesurupan, "cak cek" keluar mulu dari gumamannya, daannn.. mouse melayang "Brakk!!" Entah kenapa eike agak deg2an gitu bo. Waduh, ni cewek ngamuk ngapah yaa? aduuh.. eike serreem. Tiba2, si mas2 warnet yang tampangnya garang dan kalo biasa saya tanya apa, pasti jawabnya cuma ngangguk atau sekedar "Eeh.." dateng menyambangi tu cewek. Nah lo, mampus deh..

Dan tu cowok masa dengan muka manis ngomong ke tu cewek "Kok ga belajaar? buka apaan?" Oke, ternyata mereka pacaran. Tapi kocak juga ya, muka gahar bisa berbolak gituh. Mereka jadi bisik2 tetangga sambil ceweknya misuh2. Diajak pulang ama si cowok, si cewek masih keukeuh. Pacaran aja dulu, sementara eike di balik komputer cuma bisa misuh2 iri dan nginyem.. ahahaha.. jiji.. Finally mereka pulang.. tapi.. saya jadi sendiri gini!! waah.. pulang ah.. ntar digembok kosan eike.  Tunggu, ngesep tugas dulu.. elho.. damn.. eike ga bawa plediis!! sia2 ke warnet inih! sial, cuman dapet ngobrol doang di ceting ama si hamdun yang wa’dungdung.. udah ah.. entar duit eike kurang (nasib anak kos kos kos..). Hamdun, jangan lupa besok jam 2, bawa dvd sex is zero, eurotrip ama memori kart, si yu tumoro cinte..